Pertamina RU VI Gelar Apel Peringatan Harkitnas Ke-116

Saeful

Indramayu – PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 dengan menggelar upacara di Gedung Patra Ayu, Perumahan Bumi Patra, Indramayu.

Upacara ini menjadi momentum penting bagi Kilang Balongan untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung kebangkitan energi nasional.

Dalam sambutannya, General Manager RU VI, Sugeng Firmanto, yang membacakan pesan Menteri Informatika dan Informasi RI, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase kedua kebangkitan nasional, di mana pemanfaatan teknologi menjadi elemen kunci.

“Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas,” ujar Sugeng.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya teknologi dalam mencapai visi besar Indonesia pada tahun 2045.

Sejalan dengan semangat tersebut, Kilang Balongan sebagai perusahaan penghasil Bahan Bakar Minyak (BBM) memaknai Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum untuk kebangkitan energi nasional.

Pada tahun 2022, dengan selesainya Proyek RDMP Phase-1, Kilang Balongan berhasil meningkatkan kapasitas produksi dari 125.000 barel per hari (mbsd) menjadi 150.000 mbsd.

Hal ini menjadikan Kilang Balongan sebagai penyuplai 14,2% energi nasional. Peningkatan kapasitas ini didukung oleh penggunaan teknologi mutakhir yang semakin ramah lingkungan.

“Kilang Balongan merupakan energi penggerak sebagai penyuplai utama BBM untuk DKI Jakarta dan Jawa Bagian Barat yang merupakan pusat perekonomian Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut, Kilang Balongan akan lebih berkontribusi dalam mewujudkan kebangkitan mandiri energi,” terang Sugeng.

Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI, Mohamad Zulkifli, menambahkan bahwa Kilang Balongan tidak hanya fokus pada penyediaan energi, tetapi juga berkomitmen membangkitkan Sumber Daya Manusia (SDM), kesadaran lingkungan, pendidikan, dan ekonomi daerah Indramayu melalui berbagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Program TJSL seperti pelatihan mengelas, PROGRAM PETA (Pemuda Tangguh Bencana), Teman Istimewa, dan pengembangan UMKM telah terbukti menjadi bagian dari pembangkit gairah pembangunan SDM dan ekonomi Indramayu,” ungkap Zulkifli.

Program-program ini telah mendapatkan penghargaan berkelas nasional dan internasional serta apresiasi positif dari pemerintah daerah maupun kementerian.

Zulkifli berharap melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, Perwira Pertamina dapat terus menginspirasi masyarakat untuk berkarya dan berinovasi dalam menciptakan teknologi baru guna mencapai Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer