Komisi I DPRD Kota Metro Gelar Hearing Perdana

Kota Metro, sketsaindonesia.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro gelar hearing perdananya, saat setelah dilantiknya anggota DPRD 2019-2024 beberapa waktu lalu, Jum’at (01/11/2019).

Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki, menjelaskan apa saja yang ditanyakan oleh Komisinya, kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

“Untuk dinas BPBD, tak ada yang berubah, karena ini merupakan pelayanan publik, tentang bencana, perlu sekali. kita harapkan KUA-PPAS di tahun 2020,” katanya.

Untuk Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, dirinya mengatakan akan menekan kembali daya tarik untuk investor. Serta mengevaluasi perizinan perusahaan yang ada di Kota Metro.

“Kemudian dinas perizinan dan penanaman modal, berkaitan dengan investarisir, berapa sih orang-orang yang menanamkan modal di kota metro ini, yakni investor. Kemudian kita bisa genjot lagi, untuk supaya orang tertarik di kota metro,” paparnya.

“Perizinan juga sama, perizinin-perizinan yang ada, baik yang biasa, sedang, besar, berapa perusahaan-perusahaan yang ada di kota metro, yang sudah dapet izin dan yang belum,” tambah Basuki.

Ia juga menerangkan bahwa untuk DinasĀ  Kependudukan dan Catatan Sipil haruslah difokuskan untuk pengarsipannya. Tak hanya menghandalkan komputer saja, tetapi manual juga tetap dilakukan.

“Lalu disdukcapil, ini pelayanan masyarakat tentang kependudukan. Berkaitan dengan pengarsipan, itu perlu diarsipkan, dibuatkan tempat yang layak. Karena ini sangat penting sekali, dokumen-dokumen kependudukan itu,  dari tahun ke tahun itu harus ada arsip-arsip itu, walaupun mereka sudah membuat pengarsipan itu melalui komputer. Tetapi yang dulu-dulu, yang manual harus ada juga, jangan sampai hilang,” terangnya.

Basuki juga menyoroti ruang pengarsipan saat ini masih memperihatinkan.

“Dan pembangunan untuk ruang pengarsipan, yang sekarang ini masih amburadul. Jadi harus ditata yang bagus dari tahun ke tahun, lengkap, masalah kependudukan, masalah akta kelahiran, semuanya,” imbuhnya.

Lalu untuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Basuki menyatakan dalam bidang tersebut menjadi bagian yang penting, dikarenakan berkaitan dengan Kota Metro yang Smart City.

“Terus diskominfo, ini sangat penting sekali, krusial, ini sebagai corong kota metro. Kami mendorong untuk diskominfo ini berkaitan dengan kota metro yang smart city, bagaimana semua agenda kegiatan yang ada di kota metro, baik kegiatan pemerintahan, dari kelurahan, kecamatan, dinas-dinas dan semuanya itu sudah nge-link ke IT,” ucapnya.

“Kemudian pelayan publik, di tempat-tempat publik itu juga harus IT, hotspot-hotspot dan sebagainya semua itu, kalau bisa ya jadi suatu percontohan,” tambah Basuki.

Dirinya juga menyatakan dukungan pada Diskominfo, untuk mengajukan permintaan bantuan kepada Kementerian Kominfo, dalam hal Smart City tersebut.

“Kita juga men-sounding dinas kominfo untuk mohon bantuan ke kementerian kominfo, dalam hal ini berkaitan dengan smart city. Nah ini perlu di support oleh walikota metro, untuk semua pendanaan-pendanaan ini,” jelasnya.

“Dengan diharapkan, visi kota metro sebagai kota pendidikan, perlunya salah satu IT, yang sangat disorot oleh publik, yang dapat memberi informasi-informasi dengan lancar, yang tak hanya satelit atau jaringan-jaringan saja,” tutur Basuki, selaku Ketua Komisi I DPRD Kota Metro. (Rda/Chd).


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *