Purwoasri Wakili Provinsi Lampung Pada Tingkat Regional Sumatera 2019

Kota Metro, sketsaindonesia.id – Kelurahan Purwoasri Kecamatan Metro Utara menjadi salah satu kelurahan yang mewakili Lampung dalam Lomba Kelurahan tingkat Regional Sumatera Tahun 2019 yang berlangsung di aula Kelurahan Purwoasri, Jumat (26/07/2019).

Kegiatan penilaian Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional ini di hadiri tim penilai yang terdiri dari 6 orang.

Acara dimulai dengan penyambuatan tim penilai dengan pemukulan kentongan secara beramai-ramai dan pengalungan kain tapis yang diberikan langsung oleh Ibu Walikota Metro.


Sementara itu Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Therisia Sormin mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 tentang kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan, pada tahun 2019 ini pemerintah pusat telah mengalokasikan dana kepada kelurahan di seluruh Indonesia yang kegiatannya untuk pembangunan sarana dan prasana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat.

“Untuk Provinsi Lampung alokasi dana kelurahan yang dianggarkan dalam APBN tahun 2019 adalah sebesar 75,787 miliar rupiah, dan untuk Kota Metro alokasinya sebesar 7,764 miliar rupiah,” ujarnya. Harapannya, agar dana yang diberikan digunakan tepat pada sasarannya.

Sementara itu, Walikota Metro Achmad Pairin berharap, agar semuanya berjalan lancar dan tentunya mendapatkan hasil yang terbaik.

Selain Walikota Metro, Tim Penilai Satria Gunawan juga menambahkan kedatangan mereka untuk menilai kesesuaian data dan siplomasi yang telah disampaikan dengan berkas, dimana harus sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

“Maksud pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan adalah memberi motivasi kepada pemerintah dan kelurahan beserta masyarakat untuk berlomba dan bersaing secara sportif
dan positif dalam meningkatkan kualitas penyelengaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat desa dan kelurahan,” paparnya.


Adapun kegiatan penilaian dilakukan di beberapa titik seperti, bank sampah, susu perah, biogas, ambulance desa/kelurahan, mobil paguyuban, dan beberapa titik lainnya.

“Kegiatan ini juga di harapkan dapat mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk mengoptimalkan dan mengevaluasi potensi yang ada di wilayahnya, serta pembangunan yang dilaksanakan atas dasar ketentuan-ketentuan yang berlaku, tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien pada aspek pemerintahan, pembangunan, kebudayaan maupun
kemasyrakatan,” ungkap Satria diakhir sambutan. (red).


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *