Pemkot Metro Akan Gelar Rapat Dengan PKL

Kota Metro, sketsaindonesia.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan lakukan rapat untuk pemindahan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Cenderawasih ke lantai II pasar tersebut.


“Untuk pemindahanya tidak akan mundur. Tapi kita akan rapat dulu, kita dengar masukan dari pihak terkait tentang pemindahan pedagang ini. Termasuk juga untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Wali Kota Metro Achmad Pairin usai meninjau pembangunan lantai II pasar Cenderawasih.


Dikatakanya, penataan pasar tersebut untuk keindahan kota, pasalnya Pasar Cenderawasih letaknya ditengah kota dan kondisinya saat ini kumuh.

“Kemudian juga untuk lahan parkir. Kan sekarang tidak ada lahan parkir. Karena tidak ada lahan parkir pengunjung itu parkir di badan Jalan Imam Bonjol, jadi macet,” katanya lagi.


Kemudian lanjutnya, penataan tersebut juga untuk memudahkan akses masuk pasar, sebab saat kios PKL tersebut terbakar beberapa waktu lalu, petugas Damkar kesulitan untuk masuk ke lokasi karena tidak ada akses jalan.

“Bencana yang paling mungkin terjadi di Metro inikan kebakaran, makanya pembangunannya harus memikirkan akses jika nantinya terjadi kebakaran,” ucapnya.


Pairin menjelaskan, nantinya di Pasar Cenderawasih akan dibuat masjid atau musala dan juga wc umum.

“Itu nanti kemungkinan akan dibuat juga. Jadi pasar itu benar-benar memenuhi kriteria sebagai pasar, ada lahan parkir, wc umum, fasiltas seperti musala,” jelasnya.


Ia menambahkan, pohon di sekitar pasar tersebut juga akan dipangkas, agar nantinya aktifitas bongkar muat tidak lagi di Jalan Imam Bonjol.

“Sekarang kalau pukul 10.00 WIB disini kan macet karena aktifitas bongkar muatnya di jalan. Nah nanti pohon disekitar Cenderawasih kita potong supaya bisa digunakan untuk aktifitas bongkar muat,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima (HPKLM) Pasar Cenderawasih Azwan menilai pembangunan lantai II Pasar Cenderawasih tidak layak, karena kios tidak sesuai dengan pedagang.

“Karena pedagang dibawah kan jualanya baju dan lainnya. Sedangkan itu kios terbuka. Makanya tidak layak,” katanya.

Menurutnya, pedagang di tempat penampungan pasar tersebut tidak pernah dilibatkan oleh pemerintah terkait rencana penataan pasar tersebut.

“Saya sendiri tidak pernah diundang ketika rapat, begitupun dengan sekeretaris dan anggota saya. Harapan kami kan dilibatkan setiap rapat,” tambahnya. (red).


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *