Narkotika, DPRD Metro Pinta Pemkot Tingkatkan Pengawasan ASN

Kota Metro, sketsaindonesia.id – DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro meningkatkan pengawasan dan pembinaan ASN, menyusul cukup banyaknya kasus narkoba yang menimpa aparatur setempat.


Wakil Ketua Komisi I DPRD Nasrianto Effendi mengatakan, adanya kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang melibatkan PNS sangat memprihatinkan. Serta harus menjadi warning.

“Memang cukup memprihatinkan kalau selama tahun 2018 dan 2019 ada ASN yang terlibat narkoba. Ini jadi peringatan. Terutama BKD dan Inspektorat dalam melakukan pembinaan. Sehingga persentasinya dari tahun ke tahun itu bisa menurun,” ujarnya, Kamis (13/06/2019).


Terlebih, terus Nasrianto, Metro telah dikenal sebagai kota pendidikan, yang tentunya dapat merusak citra. Karena itu, BKD sebagai badan kepegawaian harus meningkatkan pembinaan. Dan memberi catatan khusus akan narkoba.

“Artinya, harus ada penilaian-penilaian seperti penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, atau lainnya yang bisa menjadi bahan pertimbangan. Supaya ada efek jera, selain melakukan pembinaan juga,” katanya lagi.



Pihaknya juga mendorong, agar BNN meningkatkan pencegahan dan melakukan tes urine secara rutin. Secara khusus kepada ASN. Sehinggga Pemkot Metro perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan BNN.


“Kita mengapresiasi peran BNN yang sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah-sekolah untuk dapat mengurangi angka penyalahgunaan narkotika. Tapi, narkoba ini sasarannya kemana-mana, buktinya ada ASN kan,” tukasnya.

Karenanya, kerja sama untuk pemberantasan narkoba perlu ditingkatkan. Baik dengan BNN, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.




Terpisah, Satuan Narkoba Polres Metro mencatat sedikitnya terdapat 101 kasus dengan 150 tersangka yang berhasil diamankan dalam kurun waktu setahun terakhir di wilayah hukum setempat.


Dimana sepanjang tahun 2018 terdapat 70 kasus dengan tersangka 106 dan tahun 2019 mulai Januari hingga Mei, sebanyak 31 kasus dengan 44 orang tersangka yang berhasil diungkap. Dari total 106 kasus, lima tersangka berstatus sebagai pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Metro.


“Ada empat orang dengan pekerjaan sebagai PNS di Metro dan satu orang tenaga honor yang juga bertugas di Metro telah kita amankan. Semua ditangkap berikut barang bukti narkotikanya,” tuntas Kasat Narkoba Polres Metro AKP Fredy Aprisa Putra, mewakili Kapolres Metro AKBP Ganda M.H Saragih. (chard).


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *